Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Bunuh diri di alun alun Bandung


Pria Bunuh diri di alun alun Bandung 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Lokasi tubuh pria paruh baya menghempas aspal. Foto: Mukhlis Dinillah

Bandung - Seorang warga asal Kebumen, Ciptadi (54), tewas seketika setelah melompat dari jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terletak di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Dugaan sementara, pria paruh baya itu nekat mengakhiri hidupnya lantaran stres.

Berdasarkan informasi yang diterima deticom, kejadian berlangsung pada Jumat (1/7/2016) sekitar pukul 12.45 WIB. Saat itu pelaksanaan salat Jumat di Masjid Raya Provinsi Jabar baru selesai.

Salah seorang saksi mata, Sudirman (59) menuturkan kronologi kejadian yaitu sekitar pukul 12.00 WIB, korban yang mengenakan kaos putih dan celana training itu menaiki anak tangga JPO seperti warga lainnya.

Namun, sambung dia, Ciptadi tiba-tiba menaiki bagian atas JPO atau tepatnya di belakang megatron. Sontak saja warga yang tengah melintas melihat aksi tersebut meneriaki korban untuk turun.

"Saya sama teman-teman lain langsung naik juga ke JPO untuk bujuk dia turun. Dia malah lompat-lompat di atas sambil ketawa-ketawa kayak orang stres," tutur anggota Linmas Kota Bandung tersebut di lokasi kejadian.

Iebih lanjut Sudirman mengatakan, upaya membujuk Ciptadi untuk turun sempat berhasil dilakukan petugas. Pria tersebut mau turun dari bagian atap secara perlahan.

Akan tetap, ujar dia, saat menuruni anak tangga pada bagian atap JPO, tubuh Ciptadi jatuh dari ketinggian 10 meter. Kepala Ciptadi luka parah. Darah membasahi aspal jalan.

"Pas lagi turun tiba-tiba dia jatuh, kami enggak tau pasti dia lompat atau terpeleset. Tapi memang sejak awal dia niat mau bunuh diri," ucap Sudirman.

Insiden tersebut sempat menjadi tontonan warga yang melintas di kawasan tersebut. Mayat Ciptadi langsung dibawa oleh mobil patroli Polsek Regol ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Polisi mendapatkan identitas Ciptadi yang beralamat di Kampung Lemahduhur, RT 2 RW 6, Kelurahan Lemahduhur, Kecamatan Kuwarsa, Kabupaten Kebumen, Jateng.



sumber: news.detik.com

Pria ini Tak Pernah Mandi Selama 60 Tahun



SURYA.co.id - Dapatkah anda bayangkan, bagaimana rasanya tidak mandi dalam sehari? Pasti anda merasa sangat tidak nyaman.
hh
Nah, orang ini belum mandi selama 60 tahun dan foto-fotonya akan membuat anda bergidik karena jijik.
Dilansir dari stomp.com.sg, pria Iran berusia 80-tahun ini bernama Amo Hadji. Dia ditemukan oleh seorang wartawan di Provinsi Fars, Iran.
hh
Karena tidak mandi dalam jangka waktu yang sangat lama, kulitnya telah berubah warna menjadi keabu-abuan.
Dan, pasti bisa anda bayangkan seperti apa baunya.
Para wartawan tidak mengetahui secara pasti bagaimana ia sampai ke tempat dia tinggal sekarang dan apa yang dia lakukan sehari-hari.
hhh
Namun, mereka menemukan alasan Amo tidak mandi. Pria ini tidak mau mandi karena ia percaya bahwa menjadi bersih justru akan membuatnya sakit.
hh
Tak hanya itu saja, dia memiliki kebiasaan yang cukup menjijikan. Sehari-hari pria ini memakan segala binatang liar yang dapat ia temukan dan makanan favoritnya adalah landak panggang.
gg
Dan biasanya dia merokok dari kotoran hewan. (stomp.com.sg)

Selama 18 Tahun, Bocah Lumpuh Ini Hidup dalam Kotak Kayu

BOYOLALI - USIA 18 tahun, Dwi Sugiyanto alias Rebo, warga Dukuh/DesaKedungmulyo, Kecamatan Kemusu, Boyolali tak mampu bicara dan tak mampu berjalan. Keseharian hanya tergeletak dalam ayunan kotak kayu yang sekaligus menjadi tempat tidurnya. Badanya sangat kurus, nyaris tinggal kulit pembalut tulang.

Kotak kayu tersebut digantungkan di usuk rumah, salah satu ruangan berlantai tanah dan berdinding papan. Di ruangan itu juga terdapat balai-balai reyot dengan kasur butut yang biasa dipakai untuk tidur, Mbah Mariyem, yang sehari-hari mengurus Rebo.

Sedangkan ibu Rebo, Ny Tawiyem keseharian harus membanting tulang sebagai buruh serabutan. Setelah suaminya meninggal 4 tahun lalu, Ny Tawiyem harus bekerja sendirian sebagai bururh serabutan untuk menghidupi tiga anaknya.

Menurut Ny Tawiyem, Rebo mengalami kelainan sejak kecil. Hingga usia 18 tahun, terpaksa seluruh kebutuhanya harus dilayani orang lain. Dikarenakan kondisinya tersebut, selama ini Rebo tidak pernah bergaul dengan dunia luar atau teman-teman seusianya.

Sehari-hari menghabiskan hidupnya dalam kotak kayu berukuran sempit, pas dengan lebar dan panjang tubuhnya. Ia hanya mampu berteriak atau menangis jika mengiginkan sesuatu. Dikarenakan tidak pernah berhubungan dengan orang lain selain keluarganya, maka saat ada orang asing datang, Rebo menjadi ketakutan dan meronta-ronta.

Anggota Komisi VI DPR RI, Endang Srikarti saat memberikan bantuan pada Rebo megemukakan, sangat prihatin jika masih ada masyarakat Boyolali yang kondisinya seperti Rebo.